Description:Bengawan Solo....TERNYATA tempat ini tak cuma memikat
Gesang untuk menciptakan sebuah lagu. Nama ini juga muncul untuk sejenis kudapan yang terbuat dari singkong. Berdasarkan keterangan resep, tertulis bahwa kudapan ini berasal dari Jawa Tengah. Entah bagaimana sejarahnya sampai makanan ini diberi nama "Bengawan Solo". Saya sendiri juga belum pernah melihat Bengawan Solo secara dekat, jadi tidak tahu seberapa besar pesona tempat ini.
Resep ini didapat dari buku yang sama dengan resep
Mangkok Takir. Dan...seperti biasa, saya gak mau terikat dengan perintah resep. Warna yang diminta dalam resep adalah warna merah atau hijau, karena saya tidak (belum) pernah mengkoleksi pewarna makanan, jadi, esens daun suji jadi pilihan untuk mewarnai kue ini, sayang terlalubanyak, jadi warna hijaunya pekat sekali :(
Ingredients:- 1kg singkong, kupas kulitnya dan cuci bersih
- 1 sdt garam
- pewarna merah dan hijau secukupnya
Isi- 200 gr gula merah, sisir halus
- 1 butir kelapa yang muda, parut halus memanjang
Directions:- Parut halus singkong, campur dengan garam, aduk rata, lalu bagi menjadi tiga bagian. Satu bagian diberi warna merah, satu bagian lagi diberi warna hijau, sisanya dibiarkan putih.
-
Isi: Campur semua bahan, lalu maska di wajan anti lengket sambil terus diaduk-aduk selama kurang lebih 5 menit (hingga kelapa dan gula menyatu, angkat.
- Didihkan 1000cc air di dalam panci. Ambil 1-2 sendok makan adonan singkong, ratakan di bagian dalam tutup panci, tipiskan selebar kurang lebih 9x9cm dnegan tebal 0,3cm. Tutupkan tutup panci di atas panci yang sedang mendidih airnya. Biarkan sampai adonan singkong matang selama kira-kira 3 menit. Angkat, isikan dnegan 1-2 sdt campuran gula dan parutan kelapa, gulung, sisihkan. Kerjakan hingga semua adonan singkong habis.
* Saya buat 1/2 resep dan menghasilkan 15 potong Bengawan Solo dengan lingkaran masing-masing berdiameter 10cm.